Content Creator Jerhemy Owen membuat project baru yaitu "Bengkel Mini". Sumpah Sampah berkontribusi dalam project tersebut di bidang teknologi daur ulang sampah plastik.

Anak-anak PAUD Al-Muhsanat dengan semangat mengikuti pelatihan daur ulang di Sumpah Sampah. Kegiatan ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus melatih kreativitas mereka dalam mengolah sampah plastik menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Sumpah Sampah Indonesia turut menjadi pengisi acara Earth Day 2025 yang diselenggarakan oleh Kampus AKA Bogor. Dalam sesi ini, tim Sumpah Sampah memperkenalkan produk daur ulang plastik dan berbagi edukasi tentang pentingnya pengelolaan sampah ramah lingkungan kepada peserta.

Siswa SDIT Utsmaniyah mengikuti pelatihan penggunaan mesin yang berlangsung aman dan edukatif. Dengan mengenakan rompi dan sarung tangan, peserta langsung praktik menggunakan mesin sesuai prosedur keselamatan, memperkuat pemahaman pentingnya safety dalam aktivitas sekolah maupun kehidupan sehari-hari.







Di Reaksi, sampah plastik didaur ulang menjadi produk menarik seperti pot mini untuk tanaman. Inisiatif ini bukan hanya mengurangi sampah, tapi juga menghadirkan solusi estetis yang mendukung kepedulian lingkungan dan gaya hidup berkelanjutan. Produk ini bukti nyata kreativitas dan tanggung jawab sosial.

Daman Sutiawan, perwakilan Sumpah Sampah Indonesia, menerima sertifikat penghargaan dari Kampus AKA Bogor pada acara Earth Day 2025 sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam edukasi dan inovasi pengelolaan sampah plastik ramah lingkungan.

Dalam acara Earth Day 2025, tiga peserta terbaik quiz peduli sampah diumumkan sebagai pemenang. Mereka memperoleh voucher gratis pelatihan di Reaksi by Sumpah Sampah, sebagai apresiasi atas kesadaran dan partisipasi aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah dengan benar.

Jenis plastik ini umumnya transparan dan banyak digunakan sebagai bahan kemasan minuman, seperti botol air mineral dan gelas jus. Kemasan dengan kode PET direkomendasikan hanya untuk sekali pakai dan tidak dianjurkan digunakan kembali, terutama untuk menampung cairan bersuhu panas.

Sifat dari jenis plastik ini adalah kuat dan tahan panas, namun tetap dianjurkan sekali pakai. Dalam proses daur ulang, HDPE termasuk jenis plastik yang masih dapat diolah kembali menjadi produk baru, seperti pipa, botol deterjen, atau wadah non-makanan.

PVC dikenal sulit didaur ulang dan tidak aman digunakan untuk kemasan makanan karena interaksi kimianya berisiko bagi ginjal dan hati. Tantangan dalam mendaur ulang PVC membuat penggunaannya semakin dibatasi, dan lebih sering dialihkan ke industri konstruksi.

Plastik dengan jenis ini bisa dipakai berulang kali, termasuk sebagai wadah makanan. Namun, tingkat daur ulangnya masih rendah karena fasilitas pengolahannya terbatas, meski berpotensi diolah menjadi kantong plastik daur ulang atau produk fleksibel lainnya.

Memiliki sifat keras namun lentur, tahan suhu tinggi, dan dianggap sebagai salah satu plastik berkualitas. Aman digunakan untuk botol bayi, wadah makanan, maupun botol minuman. PP dapat diproses kembali menjadi berbagai produk seperti sikat, peralatan otomotif, hingga kemasan non-makanan.

Digunakan pada styrofoam. Meski ringan, material ini sulit didaur ulang dan berisiko membahayakan kesehatan, termasuk potensi gangguan sistem saraf. Karena proses daur ulangnya rumit dan nilai ekonominya rendah, PS seringkali berakhir sebagai limbah yang mencemari lingkungan.